Wawasan

5 HAL INI AKAN KAMU MENGERTI KETIKA KAMU TELAH BERKERJA

Apa yang kamu bayangkan ketika kamu sendang di bangku kuliah akan jauh berbeda ketika kamu sudah merasakan langsung saat sudah berkerja. Apa saja? Yuk langsung cek di bawah ini.

 

  1. GAJI BESAR BUKAN PATOKAN

Waktu masa kuliah kamu akan mengincar perusahaan yang memberikan gaji setinggi-tingginya. Senior kampus kamu yang telah berhasil jebol di perusahaan ternama dan dibayar tinggi menjadi motivasi kamu. Tetapi kamu juga akan heran ketika melihat senior kamu tersebut keluar dan pindah ke perusahaan lain yang gajinya lebih rendah atau bahkan tidak jarang ada yang beralih menjadi pengusaha. Ketika kamu sudah berkerja kamu akan mengerti bahwa gaji yang besar hanyalah 1 faktor yang membuat kamu betah di suatu perusahaan. Besarnya work load yang kamu terima, passion terhadap pekerjaan tersebut, atasan yang tidak cooperative, sikut meyikut antar sesama rekan kerja, job description yang tidak jelas, tidak ada peluang karir,  jam kerja yang tidak manusiawi sehingga kamu tidak diizinkan menikmati matahari di halaman rumah kamu dah bahkan lingkungan penempatan tempat kerja kamu yang jauh dari harapan. Semua hal tersebut ialah faktor yang lebih dominan dari pada gaji, dan kamu hanya akan mengerti itu ketika sudah berkerja.

 

  1. KEBUTUHAN VS PRESTISE

Sebelum berkerja mungkin kamu butuh waktu beberapa bulan untuk mengumpulkan duit agar dapat membeli handphone favorit kamu. Namun setelah kamu sudah menjadi orang yang bergaji, kamu akan berfikir 2 kali untuk menghabiskan duit kamu untuk membeli handphone baru yang lebih canggih dari punya kamu sekarang. “Apakah itu merupakan kebutuhan?” “Handphone sekarang masih bagus, ngapain beli lain?”, pertanyaan-pertanyaan ini akan muncul dan kamu akhirnya mengerti cara membedakan kebutuhan dan prestise. Kamu akan berusaha hidup sesederhana mungkin dan menabung sebanyak mungkin untuk rencana masa depan kamu.

 

  1. SOSMED VS REALITA

Jika kamu aktif di sosial media, kamu akan melihat postingan-postingan dari senior kamu yang sudah “hidup enak”. Ada postingan mereka nongkrong di café dengan makanan mewahnya, liburan ke Bali dan tempat-tempat kece lainnya, jalan dan berbelanja di mall-mall kota besar, nonton di bioskop hampir setiap hari dan hal-hal menyenangkan lainnya. Ketika kamu berkerja kamu akan mengerti, untuk bisa memposting hal-hal tersebut butuh “tumbal” untuk dikorbankan. Apa yang kamu lihat di sosmed mereka ialah hal-hal yang menyenangkan saja. Kalau mengenai hal ini, nanti rasain sendiri deh apa yang menjadi “tumbal”-nya.

 

  1. ARTI SEBUAH PERTEMANAN

Ada yang bilang sering ketemu sering berantam, jarang ketemu bikin kangen-kangenan. Perlakukanlah semua teman-teman kampus kamu dengan baik, karena di dalam dunia pekerjaan semua bisa terjadi seolah-oleh kebetulan. Dia yang menjadi musuh kamu di kampus bisa jadi ialah klien kamu di dunia kerja, atau dia bisa jadi orang yang akan merekom kamu ketika kamu akan pindah ke perusahaannya. Walaupun kalian berkerja di suatu wilayah yang sama, pasti akan tetap sulit bagi kalian untuk bisa berkumpul. Walaupun kamu ada waktu untuk hangout bareng dia, belum tentu dia punya waktu itu karena sekarang dia memiliki teman yang baru dan rutinitas yang berbeda dengan kamu. Oleh karena itu, reunian menjadi momen langka yang sangat ditunggu-tunggu.

 

  1. MONEY MANAGEMENT

Saat sudah berkerja kamu akan mengerti bagaimana mengatur cashflow keuangan kamu. Kamu akan menyesuaikan gaya hidup kamu dengan gaji yang kamu miliki setiap bulannya. 3 bulan pertama ialah masa kritisnya. Kamu harus melewati masa ini dengan sebaik mungkin tanpa harus berhutang. 3 bulan pertama ini akan kamu gunakan untuk berdaptasi dengan memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar kamu seperti kos, harga makanan di lingkungan kamu, isi kamar dan perlengkapan pribadi. Jarang sekali kamu bisa menabung banyak bahkan tidak bisa menabung pada masa ini. Setelah 3 bulan kamu akan menemukan pola pengeluaran kamu dan sudah mulai stabil serta kamu sudah bisa mulai menabung banyak.

 

@TEUKU_JOE

Jepang

7 FAKTA BERKERJA DI PERUSAHAAN JEPANG

Bagi kalian yang ingin berkerja diperusahaan multinasional atau Perusahaan Modal Asing (PMA) pasti sudah punya tujuan ingin berkerja di perusahaan Asing negara apa. Di Indonesia sendiri banyak perusahaan yang didirikan oleh negara asing mulai dari perusahaan asal Amerika, Timur Tengah, India, China, German bahkan tidak ketinggalan Jepang. Aku sendiri sudah pernah merasakan berkerja di 2 perusahaan PMA, yang pertama ialah perusahaan asal Yamen yaitu group Hayel Saeed Anam (HSA) yang bergerak dibidang Palm Oil dan yang kedua ialah perusahaan asal Jepang group NICCA CHEMICALS  yang bergerak di bidang manufacturing bahan-bahan kimia untuk industri textile. Kali ini aku mau sharing 7 fakta  yang bakal kamu temui bila berkerja di Perusahaan Jepang.

So, here we go. YOSHI !!!

  1. HAL SEPELE MENJADI SANGAT DIPERHATIKAN

Bagi orang indonesia hal sepele = tidak penting. Mungkin karena dianggap banyak hal lain yang lebih penting dan worthy buat dikerjai. Contoh kecilnya saja ketika kamu diberikan meja kerja lengkap dengan laci kecil di bawah meja. Orang Jepang akan memberikan lebel (tagged) mengenai dimana tempat untuk menaruh laptop, colokan, tempat ATK, gelas kopi, dokumen jenis A,B,C dan area kerjanya akan dibuatkan garis membentuk kotak yang menandakan ini adalah area kerja mereka. Tujuannya ialah agar semua barang mudah untuk ditemukan ketika dibutuhkan dan dikembalikan ke tempat semula, di Jepang hal ini dikenal dengan “5S”. Kebanyakan di mata orang kita, hal tersebut dianggap “tidak penting” untuk dilakukan karena toh nantinya juga bakal berantakan lagi atau “dari pada ngurusin hal yang begituan mending kerja yang bener saja deh”. Logika ini mungkin dapat diterima tanpa ribet tapi ingat, Jepang menjadi negara yang maju karena memperlakukan hal sepele menjadi sesuatu yang penting.

 

  1. DISIPLIN DAN KEJUJURAN IALAH HARGA MATI

Mungkin yang satu ini sudah banyak yang tahu. Jepang dikenal dengan disiplin dan kejujuran yang menjadi dasar etos kerja mereka. Pastikan kamu melakukan “Time Management” dengan baik bila berkerja di Perusahaan Jepang. Dan satu lagi, orang Jepang sangat menghargai kejujuran kamu. So, mending jujur dan mengoreksi kesalahan deh daripada kamu bakal “selesai” dengan cara Jepang (Tidak dipercaya lagi).

 

  1. HASIL PENTING, TAPI PROSES LEBIH PENTING

Perusahaan Jepang berorientasi pada “Continuous Improvement” yaitu perbaikan yang terjadi secara terus menerus tanpa ada batas atau dalam bahasa Jepang ini disebut dengan “KAIZEN”. Nah, oleh sebab itu aku sangat merekomendasikan kalian yang freshgraduate untuk mencari perusahaan Jepang sebagai awal karir kalian. Perusahaan Jepang akan mengajarkan kalian pentingnya sebuah proses yang kita jalankan untuk mencapai tujuan sehingga kita terus memiliki tujuan yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dan pastinya secara tidak langsung akan membentuk mindset dan jati diri kalian ketika dalam society.

 

  1. TEAMWORK NOT INDIVIDUAL

Sudah sepatutnya keberhasilan sebuah perusahaan tidak dapat diukur dari performa individual semata. “Kualitas Kerja Sama” yang baik dengan menyampingkan “ego” pribadi ialah hal yan terpenting untuk dilakukan. Mungkin rasanya sedikit “tidak rela” keberhasilan individual di-claim sebagai keberhasilan team, namun itulah makna sebuah perusahaan, bersama-sama mencapai tujuan (vision) yang sama. Di perusahaan Jepang, semua masalah pasti akan diselesaikan bersama-sama. Tidak jarang akan dibentuk tim-tim kecil atau komite-komite yang anggotanya terdiri dari beberapa departemen untuk memecahkan dan menangani masalah yang ada di perusahaan tersebut. Intinya, kamu tidak akan berkerja mengurusi urusan departemen-mu saja, namun juga urusan lainnya yang pastinya bakal menambah wawasan dan skill kamu.

 

  1. DITUNTUT UNTUK MULTI-TALENT

Karyawan ialah aset berharga bagi perusahaan. Perusahaan Jepang sangat memaksimalkan human resource-nya dengan memberikan training-training yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan perkerjaan rutin karyawan tersebut. Seorang staf produksi tidak akan mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan proses produksi saja, Dia akan mengurusi hal-hal diluar kerjaan produksi ketika dibutuhkan. Kalian akan terbiasa menangani hal-hal lain bahkan tidak tertutup kemungkinan untuk urusan manajemen. Aku yakin hal ini akan sangat  menolong ketika kalian me-manage perusahaan sendri nanti.

 

  1. BERKERJA BERLANDASKAN FILOSOFI

Waktu awal berkerja di perusahaan Jepang, aku diberikan beberapa filosofi langsung dari Presiden Direkturnya yang masih nancap terus dihati sampai sekarang.

Bandara International Haneda : “Di Bandara ini terdapat seorang cleaning service yang berkeja dengan sangat sungguh-sungguh dan profesional. Setiap ada debu sedikit apapun pasti langsung dibersihkan hingga mengkilap. Tidak pernah membiarkan satu sampah pun berserakan meski hanya sobekan kecil plastik permen. Berkat beliau Bandara Haneda mendapatkan award dengan  katagori The World’s Cleanest Airports dari The World Airport Award. Apapun pekerjaan kita, apapun peran kita di dalam perusahaan, lakukanlah dengan sungguh-sungguh tanpa banyak mengeluh. Jangan pernah menganggap pekerjaan kalian ialah pekerjaan yang rendah di dalam perusahaan.”

Pekerjaan Memilih Pekerja : “Perkerjaan akan datang kepada orang yang tepat untuk mengerjakannya, merasa bahagialah ketika kamu dipercayakan mengerjakan hal-hal yang mungkin kamu merasa akan menjadi beban karena kamu telah dipilih langsung oleh pekerjaan tersebut. Kamu orang yang tepat dan itu menandakan kamu adalah orang yang sangat “reliable” di perusahaan ini”

Keluarga Petani : “Di dalam keluarga petani Ayah bertugas untuk membajak sawah, mananam, memanen dan menjual. Anak pertama bertugas untuk membantu pekerjaan Ayahnya. Ibu bertugas membersihkan rumah, berbelanja dan menyiapkan makanan untuk keluarga. Anak kedua bertugas untuk menjaga anak ketiga yang masih balita saat Ayah, Ibu dan saudaranya berkerja. Di dalam keluarga petani, semua orang melakukan pekerjaannya masing-masing menurut kemampuan yang mereka punya. Maka mari kita lakukan tugas masing-masing dengan sebaik mungkin juga diperusahaan ini”

 

  1. KESEMPATAN KE JEPANG

Banyak perusahaan Jepang yang menawarkan akan mengirim karyawannya ke perusahaan pusat di Jepang. Pastinya sebelum berangkat karyawan tersebut akan dibekali pendidikan bahasa jepang minimal sampai level N3 untuk long term program (1-2 tahun) dan dalam kondisi fisik yang baik. Jadi kalau kalian tipe orang yang mementingkan pengembangan diri secara terus-menerus, perusahaan Jepang ialah pilihan yang cocok.

 

Fakta ini ditulis berdasarakan pengalaman pribadi, sehingga apabila ada ketidaksesuaian dengan pengalaman teman-teman yang lain yang berkeja di perusahaan Jepang juga, silahkan dikritisi dan di-sharing.

 

YOSHI !

@TEUKU_JOE